Mall Top 100 Tembesi Riwayatmu kini!!

Bertebarannya Mall-mall dan pusat perbelanjaan di Batam akhir-akhir ini seolah ibarat hidup satu mati satu,dan kalau bertahan pun pasti isinya itu-itu saja.
Salah satu yang akan saya tulis kali ini adalah Mall TOP 100 di Tembesi. Mall yang di buka pada Juni 2010 itu kini hanya ramai di luarnya saja (area hijau di jadikan tempat angkringan),sementara di dalam mall yang megah di biarkan kosong,karena banyak kios yang memilih tutup.
Suasana di parkiran mall Top 100
Sebenarnya Lokasi mall ini sangat stategis karena berada di daerah jalan utama Mukakuning-Batu Aji,tapi entah mengapa mall ini seolah hidup segan mati tak mau.Memang di belakang mall terdapat kolam renang yang sedikit banyak juga memberi kontribusi akan keramaian mall,dan beberapa bulan terakhir pihak pengelola juga merubah jalur masuk mall yang sebelumnya di samping SPBU kini menjadi sebaliknya dan masuk pun sekarang di gratiskan alias bebas parkir.
Suasana Mall pada malam hari

Salah satu sebab menurut saya kenapa mall ini sepi adalah..(he..he..sok jadi pengamat ceritanya ini)Tidak ada keistimewaan dari mall ini di bandingkan mall -mall lainnya di Batam, itu yang pertama. Yang kedua adalah Mayoritas Penduduk di Batu Aji adalah kelas menengah ke bawah,jadi sangat jarang mereka pergi ke mall untuk belanja,mending ke pasar kaget saja..(he..he betul ngga).jadi kalaupun ada yang ke mall dapat di pastikan mereka TIDAK berbelanja melainkan cuci motor saja..eh..cuci mata maksudnya..
Yang ketiga adalah Mall TOP 100 Terlalu memaksakan di buat Exclusive seperti di daerah Nagoya..loh maksudnya apa itu exclusive..maksud saya adalah di buat mewah..seakan-akan memberi tahu pengunjung..He..pengunjungku kamu kalau pake sendal jepit dan celana norak..jangan maen ke sini..
nah ini yang bertolak belakang dengan karakteristik dari penduduk batuaji pada umumnya.
Depan mall yang ramai oleh Angkringan

Semoga kupasan singkat di atas menjadi masukan bagi para pembaca blog saya ini yang ingin membangun mall di daerah Batam atau lainnya..he..he terima kasih telah sudi mampir..

4 comments:

  1. Kezi yang baik hatinya dan tentunya cantik rupanya salam kenal dari kami,

    Kami dari marketing Shop House Mall TOP1OO Tembesi sebelumnya mengucapkan terima kasih atas tulisannya dan berisi kritikan dibumbui dengan humor sedikit.

    Ada beberapa point yang kami tangkap ( emang bebek siapa yang lepas, pake kata "tangkap" segala) dari Kezi;
    1. Hanya ramai di luarnya saja (area hijau dijadikan angkringan).
    2. Lokasi strategis berada di jalan utama, tapi hidup segan mati tak mau.
    3. Dibelakang punya kolam renang
    4. jalur masuk dirubah dan parkiran gratis
    5. Tidak punya keistimewaan di banding mall lain dan tidak sesuai karakter masyarakat batu aji
    6. Dipaksakan exclusive.

    Ok, sebelum ditanggapi 6 point di atas sebelumnya kami ucapkan terima kasih, karena Dibalik kritikannya tersimpan promosi gratisnya, hehehe anatara lain;
    a. Setiap orang yang buka blognya Kezi orang akan jadi tahu ooooh kalau di Tembesi ada mall lengakap dengan kolam renangnya (Woterpark Top 1OO, sangat menguntungkan tentunya bagi pengunjung blog kezi yang kekbetulan tidak tinggal di batam dan berencana akan berkunjung ke Batam karena Mall TOP 1OO Tembesi Batam berada di Persimpangan Menuju Jembatan Barelang yang merupakan ikon Kota Batam.

    b. Gratis parkir masuk kawasan.

    Coba kami tanggapi yuuuuuk aiii.
    1. Hanya ramai di luarnya aja dan area hijau di jadikan angkringan, angkringan ini adalah salah satu terobosan kami untuk membedakan dengan mall yang lain, "Angkringan Mall TOP 1OO Tembesi Batam" sesuai dengan kebutuhan masyarakat Batu Aji yang senangnya makan dengan suasana santai sambil nongkrong di alam terbuka.

    2. Berada di jalan utama, tapi hidup segan mati tak mau.
    Baik Kezi, itu Semuanya butuh proses tidak semudah membalikkan telapak tangan, mall yang lain juga tidak serta merta langsung ramai, butuh tahapan. tahapan kami saat ini adalah dengan dengan pembangunan Rumah Susun di belakang persisnya di sampaing Woterpark Top 1OO
    terobosan yang lain tunggu aja kejutannya.

    5. Tidak Punya keistimewaan.
    memang benar mall salah satunya supanya ramai di kunjungi harus punya keistimewaan, kami sedang melihat perkembangan, sekali lagi, ini juga juga butuh proses. Pangsa Pasar maunya apa?

    6. Dipaksakan exclusive.
    Sebelumnya saya ingin bertanya dulu, Nagoya sebelum seperti sekarang, nagoya itu dulunya apa? Nah, begitu juga dengan Batu Aji apakah selamanya masyakat batu Aji hanya kelas menengah ke bawah, tentu jawabannya "Tidak!". Batu Aji Sagulung dan Rempang Galang, adalah daerah sedang berkembang akan ada pertumbuhan bisnis di kawasan tersebut kedepannya.

    Singkatnya Di Batu Aji belum ada Mall, dan Mall TOP 1OO ibarat pohon yang tumbuh di padang yang gersang meskipun tidak serimbun pohon di Surga tapi cukup untuk musafir istirahat sejenak melepas lelah setelah seharian di bawah terik matahari yang membakar. pohon tidak melihat apa merk baju para musafir karena tidak ada yang pantas di sombongkan, sehingga tidak mau menerima musafir yang bersendal jepit bercelana norak, asalkan mau singgah sebentar untuk mencicipi manisnya buah pohon tersebut meskipun tidak selezat pohon Apel di Malang, tapi cukuplah untuk para musafir. Pohon itu hanya menunggu oaze kehidupan, agar tidak kelihatan lagi seperti hidup segan mati tak mau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantap, saya baru baca artikel ini.
      Plaza 100, mengemas tanggapan dengan bahasa yang luar biasa.
      merubah sudut pandang pembaca dengan ciamik.

      biasanya tanggapan adalah marah atau tidk terima, tetapi beda dengan mall top 100. bisa menanggapi dengan bijak.

      salut untuk pihak mall top 100.

      Delete
  2. saya senang kok ke mall top hundred batu aji...

    Oom

    ReplyDelete
  3. Sekarang udah mulai ramai koq di Top 100 Tembesi. Saya senang belanja di Top 100 Tembesi karna banyak kulinernya salah satu Happy 88 (harga murah tapi ga murahan)...dan belanja di supermarketnya juga enak...harganya lebih murah

    ReplyDelete

Isi Komentar anda di sini